Tentang Rental

Tentang Rental


Rental PS

Mulai dari topik yang dimainkan anak kecil pertama kali, yaitu rental PS. Alasannya karena tidak seperti komputer, konsol seperti PS tidak perlu ilmu dasar pengoperasian untuk bisa membuka game. Dalam kasus PS, tinggal masukan CD game yang ingin dimainkan, nyalakan, game akan langsung bisa dimainkan.

Rental PS dulu sungguh merupakan pemandangan yang luar biasa. Lalu lintas anak-anak yang menyamai ibu-ibu di pasar. Aku merupakan bagian dari anak-anak itu. Sungguh senang sekali rasanya mencoba game konsol bersama anak-anak lainnya. Ini merupakan transisi dari hanya bermain kartu dan roleplay, sampai jadi sering ke rental. Menghabiskan 2000 sampai 4000 rupiah untuk bermain sejam dua jam di hari itu.

Aku ingat beberapa game yang aku mainkan atau yang populer anak-anak mainkan di rental saat itu, seperti:

  • GTA: San Andreas
  • Crash Team Racing (CTR)
  • Twisted Metal
  • Harvest Moon: BTN
  • Winning Eleven
  • Tekken 3
  • Tomba 2

Dulu zamanku awal-awal main ke rental PS, tersedia dua konsol dengan harga sewa yang berbeda. Kalau tidak salah 2000/jam untuk PS1, dan 4000/jam untuk PS2. Nah game-game yang kusebut di atas adalah gabungan daftar game dari kedua konsol. Aku sering main CTR, dan Winning Eleven awalnya ketika baru mulai-mulai ke rental.

Rental adalah tempat dimana aku mulai mengenal dunia game. Aku tidak akan berterimakasih, ataupun menyesalinya. Bahkan sampai sekarangpun, aku masih menyempatkan bermain game di kesibukan pekerjaan. Untuk beberapa tahun, aku masih sering bermain ke rental kalau kami tidak bermain gundu, bekel, atau lompat karet. Sampai akhirnya aku dibelikan konsol oleh orang tuaku, saat itulah aku bermain hanya di rumah dan pensiun dari dunia rental PS untuk beberapa waktu.

Singkat cerita, aku kembali main ke rental pada saat zaman-zaman SMA. Zamannya populer game PES 2013. Dulu sebelum memiliki kesempatan untuk bermain di laptop (laptop dulu spek payah, dan belum semua orang punya), kami bermain di rental untuk mabar PES dan membuat CUP yang menentukan siapa yang terbaik.

Rental Komputer (Warnet)

Wah warnet itu sesuatu yang melegenda untuk kami para millennials. Untuk konteks, kami itu generasi yang benar-benar merasakan lompatan teknologi dari yang terbatas, dan mahal, hingga akhirnya lebih merata dan terjangkau. Warnet atau Warung Internet adalah salah satu pintu kamu menuju teknologi. Kami dikenalkan dengan dua istilah teknologi secara bersamaan, yaitu komputer dan internet. Mungkin zamanku belum terekspos dengan main bareng lewat jaringan LAN (Ini terjadi untuk angkatan 1991 ke bawah). Waktu aku terekspos dengan dua teknologi ini, dunia sudah berputar dengan internet lewat jaringan telepon, dan broadband.

Ngomong-ngomong soal internet, nanti kubahas soal media sosial Facebook di lain waktu. Tapi, warnet ini adalah salah satu tempat yang ramai didatangi karena orang-orang perlu mengakses Friendster atau Facebook mereka. Seperti yang diketahui, dulu website mobile belum terlalu populer, perusahaan baru membuat aplikasi mereka di satu platform berbentuk website. Karena kubilang tadi laptop belum semua orang punya, mau tidak mau yang kami harus pergi ke warnet hanya untuk membaca postingan terbaru di sosial media kami. Kalau tidak salah, ketika zamanku sudah terekspos dengan warnet, youtube sudah ada, jadi beberapa aktifitas orang di warnet salah satunya untuk menonton youtube.

Warnet bukan hanya tempat untuk membuka sosial media, mengerjakan tugas, atau ngeprint dokumen. Warnet juga merupakan tempat untuk bermain game online di komputer. Aku ingat sekali teman SMP-ku yang pertama kali mengenalkan game online Point Blank (PB). Wah, semenjak saat itu aku jadi ketagihan untuk main ke warnet hanya untuk bermain game PB untuk menaikan pangkatku. Bahkan aku lebih sering bermain dari teman yang mengenalkanku dengan game online (dasar tidak bertanggung jawab).

Aku lupa berapa tahun aku kecanduan game online, aku sampai bermain beberapa game lain juga seperti Freestyle, dan Lost Saga. Beberapa anak lain sangat setia dengan game Ayo Dance. Kalau aku ingat, walaupun aku terlalu menghabiskan waktukku untuk main game di warnet, tapi ada beberapa momen yang tidak dapat aku lupakan. Seperti contohnya waktu itu ada satu anak terkena cacar di warnet langgananku, esok-esoknya warnet itu jadi sepi, bukan karena warnet ini kehilangan pelanggan setianya, tapi karena semua anak-anak yang sering main disitu juga kena cacar.

Aku juga ingat ketika sering menunggu warnet untuk buka, kesal sekali dulu rasanya yang punya warnet seperti hanya buka usaha warnet karena gabut, jadi waktu buka warnetnya sangat tidak menentu. Syukurlah aku saat itu sedang punya pacar, jadi bisa chattingan sambil nunggu warnetnya buka. Aku juga pernah bermain warnet semalaman sewaktu bulan puasa. Paketnya bernama Happy Hour, wah itu kalau tidak salah Rp. 10.000 bisa main semalaman. Hanya sekali deh aku mencoba, soalnya ternyata tidak seenak itu. Main fokus untuk beberapa jam, tapi gabut banget pas jam 3 pagi. Aku mungkin gila bermain game, tapi ternyata tidak segila itu.