
Kartun Adalah Hiburan Kami
Tidak Butuh Alarm
Aku masih ingat betapa sulitnya bangun untuk bersiap-siap pergi ke sekolah. Mataku merasa selalu ingin terpejam sedikit lebih lama. Ibuku selalu harus lebih berusaha untuk membangunkanku pada hari sekolah. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk hari Minggu. Ada ritual sakral yang tanpa disuruh bangun pun, kami sudah melek dari jam 5 pagi sampai seterusnya matahari sudah tepat berada di atas kepala kami.
Aku berbicara tentang kartun di Minggu pagi. Ini mungkin antara sebuah pilihan yang kami punya, atau salah satu komitmen serius pertama yang kami buat. Di masa yang hiburan game mobile itu belum ada, youtube belum ada, dan internet masih tidak mudah diakses semua kalangan. Kartun minggu yang sudah punya jadwal merupakan satu-satunya hiburan yang tidak bisa kali lewatkan. Bisa dilihat dari jadwal siaran televisi hari minggu di bawah ini.
| Jam (WIB) | RCTI | Indosiar |
|---|---|---|
| 06.30 | Let’s Go | Ultraman Taiga |
| 07.00 | Chibi Maruko Chan | Detective Conan |
| 07.30 | Hamtaro | Digimon Adventure |
| 08.00 | Doraemon | Inuyasha |
| 08.30 | The Power Puff Girls | Dragon Ball |
| 09.00 | One Piece | Ninja Hatori |
| 09.30 | Crayon Shinchan | Pokemon |
| 10.00 | Kabutaku | Kamen Rider |
| 10.30 | Yu Gi Oh | Power Rangers |
| 11.00 | Beyblade | Crush Gear Turbo |
Seperti yang dapat dilihat dari jadwal tersebut, dikarenakan ada dua channel yang menyiarkan kartun Minggu pagi, maka umumnya bila sebuah keluarga memiliki lebih dari satu anak, dapat dipastikan akan terjadi perang rebutan remote televisi. Seperti contoh aku yang lebih suka “Doraemon” sering rebutan remote dengan kakak perempuanku yang lebih senang dengan “Inuyasha”. Yang kuingat mungkin jadinya ganti-gantian, bisa itu gantian ketika satu kartun sedang iklan, maka diganti ke channel yang satunya. Tabel jadwal yang ada di atas belum menunjukan semua jadwal kartun-kartun terbaik pada masa itu. Yang jelas, kami semua memiliki ritual yang sama pada hari Minggu. Karena, setelah kartun penutup selesai tayang, kami akan mandi dan bersiap-siap untuk main keluar bersama teman-teman di kehidupan yang masih simpel, dan minim tanggung jawab itu.
Weekday Juga Seru
Oke, mungkin aku terlalu membesar-besarkan bagaimana menakjubkannya ritual tiap hari Minggu. Karena, pada kenyataannya acara tontonan pada hari biasa pun tidak kalah seru. Menit-menit menegangkan antara mengunyah nasi goreng buatan orang tua, memakai kaus kaki, dan mata yang tertuju tajam ke kartun di televisi seperti Spongebob Squarepants, Chalk Zone, dan Fairly Odd Parents sebelum jam-jam berangkat sekolah.
Bahkan di umur segitu, kami sudah dihadapkan dengan dua pilihan sulit. Kami harus memilih antara menonton kartun-kartun tersebut sampai beres, atau telat masuk sekolah. Terdengar simpel tapi sulit dilakukan saat itu. Pengingat lagi, hiburan kami sudah terjadwal, kami tidak bisa membuka youtube, lalu search video cuplikan kartun tersebut.
Sepulang sekolah, dengan seragam yang masih basah dengan keringat, kulemparkan tasku segera kunyalakan televisi sambil makan siang. Untuk acara televisi siang hari setelah pulang sekolah, biasanya kami akan ditemani oleh tontonan anak-anak yang berpetualang menyusuri ladang padi, bermain di sungai, dan memasak di alam. Tontonan yang kumaksud tersebut adalah Si Bolang (Bocah Petualang). Untuk yang sering ke pabrik-pabrik dan mengetahui proses pembuatan produk tertentu, kami akan ditemani oleh Laptop Si Unyil. Tontonan ringan, penuh ilmu pengetahuan, membuat kami mengetahui banyak hal di luar dari pelajaran sekolah.
Beda lagi kalo sudah menjelang magrib. Dulu adzan magrib adalah sinyal terakhir masuk rumah. Anak-anak yang sedang bermain bola akan pulang ke rumah masing-masing, begitu pula yang sedang main ke rumah teman, atau yang sedang main di warnet. Anak-anak yang sudah di rumahnya pada jam 5 sore, dapat menikmati kartun sore menjelang magrib seperti Samurai X, atau Naruto. Kami dulu kembali dihadapkan dengan pilihan sulit, dimana kami harus memilih untuk menonton Naruto sampai habis, atau pergi mengaji di TPA.