
Cinta Monkey
Topik yang paling panas di semua forum sekolah. Setiap orang punya pendapatnya masing-masing, semua orang punya pandangannya masing-masing. Kadang dapat menimbulkan perdebatan, kadang dapat menyatukan kawan-kawan. Pengalaman yang mungkin terjadi di masa sekolahmu, cinta monyet.
Simpel dan Jujur
Saat itu aku masih duduk di bangku SMP. Dulu ya zamanku pas masih SMP, suka-sukaan ke orang itu lebih simpel.
kau perhatian, aku suka.
Jadi ga aneh kalau tiba-tiba banyak kabar-kabar jadian yang tidak disangka-sangka. Sekedar jadi teman chat, memberikan perhatian, lalu tiba-tiba saling suka. Dari titik itu, antara si cewek akan ditembak langsung atau melalui chat. Aku sendiri lebih sering lewat chatan. Canggung banget dulu kalau ngomong langsung, masih payah. Aku ingat dulu teman dekatku bahkan jadian dengan 4 cewek dalam satu geng, iya di rolling gitu. Kasus tersebut hanya bisa terjadi di SMP, kalau SMA orang-orang sudah mulai gengsi dan sangat memperhatikan penampilan.
Dulu itu pas aku SMP juga, suatu ide untuk pergi berkencan berdua itu masih sulit diterima. Kami terlalu malu-malu untuk pergi berkencan berdua ke suatu tempat. Beberapa pasangan juga takut akan kebingungan mau ngobrolin apa kalo kencan berdua. Oleh karena, itu dulu ada tren populer yang sering dilakukan anak-anak SMP di zamanku, yaitu:
Kencan Dalam Kerumunan
Mungkin ada istilah lain yang aku belum tahu, yang jelas maksudnya adalah ketika pasangan bisa pacaran tapi sambil nongki bersama teman-teman yang lain. Biasanya yang satu kelas juga. Oh, dulu itu satu kelas bisa se-suportif itu kalau soal mendukungan orang pacaran.
Bagaimana tidak? Melihat dua orang pacaran dalam kerumuman itu juga bisa jadi tontonan seru bagi kami. Kalau masih belum dapat gambaran, bayangkan seperti ini, kami satu kelas mengadakan nongki atau main misal nonton ke bioskop rame-rame, nah biasanya nih kalau emang rame banget, itu bisa dua sampai tiga pasangan pacaran. Jadi, nanti mereka tuh jalannya yang berduaan kalau tidak di depan, ya di belakangan kerumunan.
Tontonan serunya? Pas lagi adem ayem tuh yaudah mesra-mesra tuh mereka jalan atau pas makan bareng. Tapi pas lagi berantem, itu sangat keliatan antara saling diem-dieman atau perdebatan hebat untuk hal sepele yang hanya mereka yang mengerti. Itu menjadi budaya yang berjalan cukup lama selama aku di bangku SMP. Hingga di akhir masa SMP itu, baru deh beberapa pasangan sudah mulai banyak yang pergi berkencan berdua. Mereka sudah tidak polos lagi.
Intinya zaman SMP itu masih lucu-lucuan, berduaan ya paling di lapangan, di kantin, dan di kelas. Pemandangan seperti dunia mereka sendiri ada, seperti berbagi earphone bersama, bercanda seru, dan mengerjakan tugas bersama. Itu lucu, dan membuat kami ingin mendukung mereka sepenuhnya.
Cara Memikat Hati Cewek SMA Millennials
Kalau ngomongin SMA sih, ini sangat menarik ya. Seperti yang kubilang, ketika orang-orang sudah memasuki masa SMA, mereka sudah mulai gengsi, mulai memperhatikan penampilan, beberapa dandan dan kustomisasi rok atau celana mereka. Mereka mencoba membuat orang-orang lain terkesan, termasuk kepada lawan jenis.
Nah inilah saat dimana penampilan mulai penting. Tidak hanya itu, kami juga sudah harus lebih percaya diri. Kalau bahasa kerennya:
You confident, you get all the girls.
Kalau kami percaya diri, kami akan lebih luwes untuk berbicara dengan siapapun, termasuk lawan jenis. Aku ada teman sekelas dulu, dia ini dari segi tampang biasa saja, akademis juga kurang, penampilan pun tidak ada keren-kerennya. Tapi apa? Dia pandai memikat hati cewek-cewek di SMA-ku.
Rahasianya apa? Setelah diselidiki oleh teman-teman sekelasku, dengan cara berdiskusi dengan orang yang bersangkutan. Ternyata dia ini punya dua cara jitu penting untuk memikat hati cewek.
- Parfum: Dia punya parfum andalan yang baunya sweet, good boy. Mungkin cewek-cewek menyukai ini dulu.
- Pede: Percaya diri dengan tampang seadanya, tapi wangi, dia ini akan mendakati cewek-cewek lewat chat. Syaratnya adalah cewek ini harus lagi dalam kondisi post breakup atau habis putus. Nah, dalam kondisi ini cewek-cewek biasanya sangat rentan dengan kata-kata manis yang suportif.
Aku lupa ya apa dia sudah mulai berinteraksi dengan targetnya ketika masih pacaran atau tidak, yang jelas dia ini tidak bisa melihat cewek cakep yang habis putus untuk melajang dulu dan intropeksi. Memang penyakit sih ini orang. Tips nya masuk akal sih, cewek yang abis putus memang biasanya rentan banget kena kata-kata manis. Menjadi murid SMA tidak melindungi kami dari kata-katanya buaya.
Aku tidak tahu persis berapa jumlah mantannya, yang jelas cara yang dia gunakan sangat bekerja untuk cewek-cewek SMA pada masanya. Aku tidak akan bilang keren sih, bisa jadi dia hanya memain-mainkan hati cewek. Sangat tidak approve.